— Xiaomi memperluas pengembangan semikonduktornya ke sektor otomotif dengan memperkenalkan chip smart-driving pertamanya, Xring D100. Chip tersebut menjadi bagian dari strategi Xiaomi untuk membangun teknologi kendaraan pintar secara mandiri, termasuk pada sisi komputasi dan kecerdasan buatan.

Xring D100 diperkenalkan bersamaan dengan Xring O3 dan Xring O100. Ketiga chip tersebut disebut telah menyelesaikan seluruh proses validasi dan dipersiapkan untuk memasuki tahap penggunaan komersial sesuai dengan fungsi masing-masing.

Berbeda dari Xring O3 yang dirancang sebagai SoC untuk perangkat mobile, Xring D100 secara khusus dikembangkan sebagai chip komputasi untuk sistem berkendara cerdas. Xiaomi menyebut chip ini sebagai chip AI smart-driving berdaya komputasi tinggi pertama di China yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 3nm.

Xring D100 Dibangun dengan Proses 3nm

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dari Xring D100 adalah teknologi fabrikasinya. Xiaomi menggunakan proses 3nm untuk chip tersebut, yang memungkinkan perusahaan menghadirkan komponen dengan tingkat integrasi tinggi dalam ukuran yang relatif efisien.

Xring D100 memiliki CPU berarsitektur 20 core yang dirancang untuk menangani berbagai tugas komputasi. Chip ini juga dilengkapi NPU 16 core yang berfungsi menangani pemrosesan kecerdasan buatan.

Dukungan memori terpadu menjadi bagian lain yang cukup menarik. Xiaomi menyebut Xring D100 mampu mendukung unified memory hingga 160 GB. Kapasitas tersebut memungkinkan sistem menjalankan beban kerja AI dengan kebutuhan memori besar secara langsung.

Bahkan, chip ini diklaim mampu menjalankan large language model dengan jumlah parameter hingga 200 miliar secara lokal. Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya mengarahkan Xring D100 untuk fungsi berkendara konvensional, tetapi juga menyiapkannya untuk pemrosesan AI dengan skala besar.

Xiaomi Belum Ungkap Performa TOPS

Meski membawa spesifikasi yang cukup besar, Xiaomi belum mengungkap angka kemampuan komputasi Xring D100 dalam satuan TOPS. Angka tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan kemampuan chip AI dalam menjalankan operasi tertentu per detik.

Xiaomi juga belum mengungkap perusahaan foundry yang memproduksi Xring D100. Informasi mengenai kendaraan pertama yang akan menggunakan chip tersebut pun masih belum tersedia.

Karena itu, kemampuan Xring D100 belum dapat dibandingkan secara langsung dengan chip smart-driving yang sudah digunakan oleh produsen kendaraan listrik China lainnya.

Xiaomi menyatakan Xring D100 telah menyelesaikan validasi dan dijadwalkan mulai digunakan secara komersial pada 2027. Namun, perusahaan belum memberikan jadwal spesifik mengenai kapan chip tersebut akan mulai dipasang pada kendaraan produksi.

Xring D100 Sudah Diuji pada AI Cube Prototype

Sebelum digunakan dalam kendaraan, Xiaomi telah memasang Xring D100 pada AI Cube Prototype. Perangkat tersebut merupakan terminal AI desktop yang digunakan untuk menguji kemampuan komputasi chip.

AI Cube Prototype mampu menjalankan model AI berukuran 120B dan 3B secara lokal. Sistem tersebut juga memungkinkan pengguna berpindah antara mode pemrosesan cepat dan lambat.

Pengujian ini memberikan gambaran awal mengenai kemampuan Xring D100 dalam menangani beban kerja AI. Namun, karakteristik penggunaan pada kendaraan tentu jauh lebih kompleks karena chip harus bekerja bersama sensor, sistem pengambilan keputusan, pemrosesan visual, dan berbagai komponen smart-driving lainnya.

Xiaomi Mulai Kurangi Ketergantungan Chip Eksternal

Saat ini, kendaraan listrik Xiaomi masih mengandalkan chip Nvidia untuk sistem smart-driving. Model-model Xiaomi sebelumnya menggunakan Nvidia Orin, sedangkan kendaraan generasi terbaru lebih banyak mengandalkan Nvidia Thor.

Kehadiran Xring D100 menunjukkan Xiaomi mulai mengambil langkah menuju pengembangan chip otomotif secara mandiri. Dengan mengembangkan hardware sendiri, Xiaomi dapat memiliki kendali lebih besar terhadap integrasi antara chip, software, algoritma AI, dan sistem kendaraan.

Strategi tersebut juga dapat membantu perusahaan mengurangi biaya komponen dalam jangka panjang apabila produksi Xring D100 berhasil mencapai skala besar.

Xring D100 Hadapi Persaingan Ketat

Xiaomi bukan satu-satunya produsen kendaraan China yang mengembangkan chip smart-driving sendiri. Nio telah menggunakan Shenji NX9031 berbasis proses 5nm, sedangkan Li Auto mengembangkan Mach M100 dengan kemampuan komputasi hingga 1.280 TOPS per chip.

Xpeng juga telah mengembangkan chip Turing untuk kendaraan buatannya dan sejumlah model Volkswagen di China. Sementara itu, BYD sebelumnya memperkenalkan Xuanji A3 berbasis proses 4nm yang telah memasuki produksi massal.

Dibandingkan sejumlah pesaing tersebut, proses 3nm menjadi salah satu keunggulan teknologi Xring D100. Namun, perbandingan performa belum dapat dilakukan sebelum Xiaomi mengungkap angka TOPS dan spesifikasi teknis lainnya.

Xiaomi sendiri telah menginvestasikan lebih dari 21 miliar yuan sejak kembali serius mengembangkan bisnis chip. Tim semikonduktornya kini disebut beranggotakan hampir 3.000 ahli.

Peluncuran Xring D100 menjadi langkah penting dalam strategi tersebut. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa chip ini mampu masuk ke kendaraan pada 2027, memberikan performa kompetitif, serta mencapai volume produksi yang cukup untuk menutup investasi pengembangan yang sangat besar.