ChatNews — AC Milan mengawali perjalanan di Serie A 2026/2027 dengan hasil positif setelah menundukkan Torino 2-1 di Stadio Olimpico Grande, Senin (24/8) dini hari WIB. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi awal manis bagi Ruben Amorim dalam pertandingan kompetitif pertamanya sebagai pelatih Rossoneri.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam pertandingan tersebut adalah Adrien Rabiot. Gelandang asal Prancis itu tampil efektif setelah masuk pada babak kedua dan berkontribusi langsung terhadap dua gol AC Milan.
Rabiot menggantikan Ardon Jashari setelah turun minum. Kehadirannya memberikan perubahan pada permainan lini tengah AC Milan, terutama dalam aktivitas menyerang dan tekanan kepada pemain Torino.
Ia lebih sering bergerak mendekati area pertahanan lawan ketika Milan berhasil mendapatkan kembali penguasaan bola. Pergerakan tersebut membuat Rabiot memiliki kesempatan lebih banyak untuk terlibat dalam proses serangan.
Kontribusinya langsung terlihat ketika ia membantu menciptakan gol yang dicetak Alphadjo Cisse. Setelah itu, Rabiot ikut mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa Milan tetap berada di depan hingga pertandingan berakhir.
Peran Baru yang Disukai Adrien Rabiot
Usai pertandingan, Rabiot mengaku menikmati peran yang diberikan Amorim. Sistem permainan sang pelatih membuatnya memiliki kebebasan lebih besar untuk bergerak ke depan dan mendekati gawang lawan.
Rabiot menyebut pendekatan tersebut sesuai dengan karakter permainannya. Ia memang merasa nyaman ketika mendapatkan kesempatan untuk terlibat lebih jauh dalam fase menyerang.
“Saya senang bisa kembali, melihat ide-ide apa yang dimiliki pelatih,” kata Rabiot kepada Sky Sport Italia.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah menjalankan peran yang hampir serupa ketika masih memperkuat Olympique Marseille di bawah Roberto De Zerbi.
Pengalaman tersebut membuat Rabiot tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami instruksi Amorim. Baginya, bermain lebih dekat dengan gawang memberikan peluang lebih besar untuk menghasilkan kontribusi berupa gol maupun assist.
Menurut Rabiot, sistem Amorim juga membuat pemain Milan memiliki tujuan yang jelas setelah berhasil merebut bola. Tim diharapkan mampu mempertahankan penguasaan bola dan segera memanfaatkan ruang yang tersedia di area pertahanan lawan.
“Saya berada lebih dekat ke gawang saat kami merebut kembali bola,” ujar Rabiot.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat membantu Milan menciptakan lebih banyak peluang apabila seluruh pemain mampu menjalankan skema dengan konsisten.
Awal Positif Ruben Amorim di Serie A
Kemenangan atas Torino menjadi modal berharga bagi Amorim dalam memulai kiprahnya bersama AC Milan di kompetisi domestik. Pelatih asal Portugal tersebut langsung mendapatkan hasil yang diharapkan, meskipun timnya harus bekerja keras hingga menit terakhir.
Keputusan memasukkan Rabiot pada babak kedua terbukti memberikan dampak signifikan. Gelandang tersebut mampu mengubah dinamika permainan Milan dan menjadi salah satu pemain yang paling menentukan hasil akhir.
Performa itu juga menjadi sinyal positif bagi Amorim. Ia memiliki opsi tambahan di lini tengah yang tidak hanya mampu membantu membangun serangan, tetapi juga dapat muncul sebagai ancaman dari area yang lebih dekat dengan kotak penalti.
Bagi Rabiot, penampilan tersebut menjadi awal yang ideal setelah memasuki musim baru bersama Milan. Ia sebelumnya telah menjadi bagian dari skuad Rossoneri sejak musim lalu dan mulai menunjukkan kontribusi yang cukup konsisten.
Sejauh ini, Rabiot telah mencatatkan tujuh gol dalam 33 penampilan bersama AC Milan. Catatan tersebut berpotensi bertambah apabila ia terus mendapatkan peran ofensif dalam sistem Amorim.
Milan kini memiliki pekerjaan berikutnya untuk menjaga momentum. Kemenangan di Turin memberikan tiga poin pertama, tetapi perjalanan Serie A masih panjang. Konsistensi menjadi tantangan utama bagi Amorim, terutama ketika lawan mulai membaca pola permainan yang diterapkan.
Bagi Rabiot sendiri, pertandingan pembuka memberikan alasan untuk optimistis. Jika hubungan antara gaya bermainnya dan taktik Amorim terus berkembang, gelandang Prancis tersebut berpeluang menjadi salah satu pemain penting AC Milan sepanjang musim 2026/2027.
Ikuti ChatNews

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.