— Samsung kembali menyiapkan langkah besar dalam pengembangan chipset buatannya sendiri melalui Exynos 2700. Chipset generasi terbaru ini diproyeksikan menjadi salah satu komponen penting yang akan mendukung jajaran Galaxy S27, sekaligus memperkuat ambisi Samsung untuk mengurangi ketergantungannya terhadap Qualcomm.

Exynos 2700 dikabarkan membawa sejumlah perubahan dibandingkan Exynos 2600. Salah satu peningkatan utama berada pada proses manufaktur yang digunakan. Samsung disebut mengembangkan chipset tersebut menggunakan teknologi SF2P, generasi terbaru dari proses fabrikasi 2 nanometer yang sebelumnya diterapkan pada Exynos 2600.

Teknologi tersebut diperkirakan mampu meningkatkan performa hingga 12 persen sekaligus menekan konsumsi daya hingga 25 persen. Apabila terealisasi pada produk komersial, peningkatan ini dapat membantu Samsung menghadirkan performa flagship dengan efisiensi yang lebih baik.

Exynos 2700 Mengandalkan Fabrikasi SF2P

Penggunaan SF2P menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan Exynos 2700. Samsung disebut tidak hanya mengejar peningkatan kemampuan pemrosesan, tetapi juga berusaha memperbaiki efisiensi energi yang selama ini menjadi perhatian pada sejumlah generasi Exynos.

Efisiensi menjadi semakin penting karena chipset flagship harus mampu mempertahankan performa tinggi dalam waktu lama tanpa menghasilkan panas berlebihan. Karena itu, Samsung turut mengembangkan rancangan pengemasan baru untuk membantu mengelola temperatur.

Exynos 2700 disebut menggunakan pendekatan Side-by-Side atau SbS dengan menempatkan DRAM di samping die. Konfigurasi tersebut memungkinkan ruang pendinginan menjadi lebih luas. Samsung juga diperkirakan tetap menggunakan Heat Path Block untuk membantu mengalirkan panas dari area chipset.

Kecepatan Exynos 2700 Diklaim Mencapai 4,2 GHz

Dari sektor performa, Exynos 2700 dikabarkan mampu mencapai kecepatan hingga 4,2 GHz. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemrosesan dibandingkan generasi sebelumnya.

GPU Xclipse generasi berikutnya juga disebut mendapatkan peningkatan kemampuan. Bahkan, performa grafis secara keseluruhan diperkirakan meningkat hingga 40 persen. Peningkatan tersebut dapat memberikan dampak pada aktivitas seperti bermain game, pemrosesan grafis, hingga penggunaan berbagai fitur berbasis kecerdasan buatan.

Samsung juga dikabarkan menyiapkan dukungan terhadap memori LPDDR6 dan penyimpanan UFS 5.0. Kombinasi tersebut berpotensi meningkatkan kecepatan transfer data hingga dua kali lipat dibandingkan teknologi yang digunakan sebelumnya.

Jika seluruh peningkatan tersebut berhasil diterapkan, Exynos 2700 dapat menjadi fondasi penting bagi perangkat flagship Samsung generasi berikutnya.

Samsung Ingin Kurangi Ketergantungan pada Qualcomm

Pengembangan Exynos 2700 juga memiliki arti strategis bagi Samsung. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan menerapkan strategi penggunaan chipset berbeda berdasarkan wilayah pemasaran.

Sebagian perangkat Galaxy S menggunakan Exynos, sementara pasar lainnya mendapatkan Snapdragon. Untuk model Ultra, Samsung bahkan beberapa kali lebih mengandalkan chipset Qualcomm karena pertimbangan performa dan efisiensi.

Kini Samsung disebut ingin meningkatkan penggunaan Exynos pada Galaxy S27. Perusahaan diperkirakan menargetkan sekitar 50 persen perangkat Galaxy S27 menggunakan chipset buatannya sendiri.

Jika target tersebut tercapai, porsinya akan meningkat signifikan dibandingkan perkiraan penggunaan Exynos pada Galaxy S26. Strategi ini dapat memberikan Samsung kendali lebih besar terhadap komponen utama smartphone flagship.

Benchmark Awal Menunjukkan Perkembangan Positif

Sejumlah informasi mengenai pengujian awal Exynos 2700 juga mulai beredar. Prototipe chipset tersebut dilaporkan memperoleh skor sekitar 2.603 poin pada pengujian single-core Geekbench dan 10.350 poin pada pengujian multi-core.

Namun, hasil tersebut belum dapat dijadikan gambaran final mengenai performa Exynos 2700. Perangkat yang digunakan dalam pengujian masih berstatus engineering reference device, sehingga performa pada perangkat produksi dapat mengalami perubahan.

Samsung juga masih harus memastikan peningkatan performa tersebut dapat dipertahankan dalam penggunaan jangka panjang tanpa menghasilkan panas berlebihan.

Exynos 2700 Bisa Jadi Penentu Galaxy S27

Jika seluruh rencana tersebut berjalan sesuai perkiraan, Exynos 2700 tidak hanya menjadi penerus Exynos 2600. Chipset ini dapat menjadi bagian dari strategi besar Samsung untuk membangun ekosistem perangkat yang semakin mandiri.

Dengan mengembangkan chipset sendiri, Samsung memiliki peluang lebih besar mengoptimalkan hubungan antara hardware, software, kecerdasan buatan, dan berbagai layanan Galaxy. Perusahaan juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemasok chipset eksternal.

Meski demikian, Exynos 2700 masih harus membuktikan kemampuannya ketika digunakan pada perangkat komersial. Persaingan dengan chipset Snapdragon generasi berikutnya diperkirakan tetap sangat ketat.

Apabila Samsung berhasil menggabungkan performa tinggi, efisiensi daya, serta pengelolaan panas yang lebih baik, Exynos 2700 berpotensi menjadi salah satu perubahan penting dalam strategi chipset Samsung untuk Galaxy S27.