ChatNews.id — Monyet dan kera, termasuk dalam kelompok primata, seharusnya tidak dipelihara oleh masyarakat. Penegasan ini disampaikan oleh Dr. Sri Suci Utami Atmoko, Ph.D., seorang ahli konservasi primata dari Universitas Nasional (UNAS). Menurutnya, primata memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan terdapat risiko penularan penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
Dr. Suci, yang telah berdedikasi selama 30 tahun dalam konservasi orangutan, mengungkapkan hal ini dalam sebuah diskusi daring yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup. “Mengapa kita harus memelihara mereka hanya untuk kesenangan pribadi? Bayangkan bagaimana rasanya harus hidup di dalam kandang, padahal mereka seharusnya bebas di hutan,” ujarnya.
Primata, lanjut Dr. Suci, sebagian besar merupakan pemakan buah yang berperan penting dalam penyebaran biji melalui pergerakan mereka di habitat alami. Fungsi ini sangat krusial dalam upaya pengendalian perubahan iklim, terutama di tengah ancaman deforestasi dan kebakaran hutan yang terus menggerus habitat mereka.
Lebih lanjut, Dr. Suci menjelaskan bahwa deforestasi dan kebakaran hutan tidak hanya mengancam kelangsungan hidup primata, tetapi juga meningkatkan potensi penyebaran zoonosis, yaitu penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia.
Interaksi antara primata, seperti orangutan, dengan manusia yang bermukim di dekat kawasan hutan juga dilaporkan meningkat. Hal ini terjadi akibat berkurangnya zona penyangga yang menjadi sumber makanan bagi para primata. Akibatnya, primata lebih rentan tertangkap atau terperangkap di area pertanian. Jika terjadi penularan penyakit, tidak hanya manusia yang berisiko, tetapi populasi primata di hutan pun turut terancam.
Ikuti ChatNews.id

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.